Nama: Drs. Iriandi Eendyasmoko Mata Pelajaran yang di ajarkan: Biologi E-Mail: rian@manokwari.wasantara.net.id Saya dari Manokwari dan saya 35 [ p ]. Sekolah saya: SMU Negeri 2 Di daerah: Manokwari Propinsi : Papua Homepage sekolah: http://- Saran: Pembangunan fasilitas sarana dan prasarana penunjang KBM di Papua / Manokwari kurang mendapat perhatian dari pemerintah. apalagi mengenai TI. Sebaiknya TI di sekolah perlu mendapat perhatian khusus, untuk membuka cakrawala pendidikan di Papua, baik bagi guru, siswa maupun masyarakat peduli pendidikan. dan komunikasi antar SLTA di Indonesia bisa saling berkomunikasi untuk saling melengkapi. Tanggal: 12/12/2003
|
Nama: NURHADI, S.Pd. Mata Pelajaran yang di ajarkan: PPKn / KEWARGANEGARAAN E-Mail: nurhadi_jpr@telkom.net Saya dari JAYAPURA UTARA, KOTA JAYAPURA dan saya 36 [ L ]. Sekolah saya: SMA NEGERI 5 JAYAPURA Di daerah: JAYAPURA UTARA, KOTA JAYAPURA Propinsi : PAPUA Homepage sekolah: http:// Saran: Kepedulian orang tua terhadap perkembangan pendidikan anaknya di sekolah sangat rendah, bahkan nihil!
Padahal komponen orang tua juga sangat penting, agar proses pendidikan bagi anaknya di sekolah dapat lebih terkontrol dengan baik.
Berapa banyakkah orang tua yang bersedia datang ke sekolah untuk menanyakan perkembangan anaknya tanpa surat panggilan dari sekolah? ()
Bahkan orang tua sering kaget apabila mendapat surat panggilan dari sekolah berhubungan dengan anaknya. Ada kasus apa...? Apa kekurangan saya...? Dsb.
Itulah tipe orang tua siswa di Indonesia!
Oleh karena itu saya sarankan, agar perkembangan setiap siswa dapat dibangun secara optimal kerjasama pengontrolan harus melibatkan guru, wali kelas dan orang tua secara sinergis dan proaktif. Khususnya orang tua, seharusnyameluangkan waktu khusus secara rutin ke sekolah, tanpa harus menunggu surat panggilan.
Hal ini akan membuat anak lebih berhati-hati dan sungguh-sungguh dalam proses belajarnya di sekolah, sebab siswa:
1. merasa diperhatikan orang tua;
2. mendapat dorongan moril yang tinggi;
3. kebutuhannya akan diketahui orang tua tanpa harus memintanya secara langsung;
4. merasa tidak ada kesempatan untuk berbuat atau memberikan keterangan yang buruk atau berbohong terhadap orang tua;
5. terdorong untuk berkompetisi secara sportif dengan temannya.
Banyak hal yang dapat diperoleh dengan lebih mengintensifkan peranan orang tua dalam manajemen kontrol terhadap perkembangan pendidikan siswa.
Semoga berguna bagi kebijakan sekolah dan para orang tua yang komit terhadap kemajuan pendidikan di tanah air.
Tanggal: 03/04/2004
|